Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini 5 Saran Psikologis Ha「Baccarat experience」dapi Pandemi Covid

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Onlinebettingplatform

ABaccarat Baccarat exBaccarat experiencePerienceexperiencebaccarat experiencentara lain adalah perubahan berbagai pola hidup, kebingungan dan ketidakpastian, hingga akhirnya sampai pada tahap penerimaan atau menerima tanpa syarat terhadap kondisi yang ada kaitannya dengan pandemi ini.

Seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (15/5/2020), menurut Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah Bintaro, dr Leonardi Goenawan SpKJ, setidaknya ada tiga tahapan psikologis selama pandemi Covid-19  yang dapat dialami setiap individu.

Banyak dari Anda mungkin tidak bisa pulang bertemu dengan keluarga dan saat ini mungkin sebagian besar masih tinggal di tanah rantau dan sendirian di kamar kosan.

Maka, menurut Leo, kita perlu memahami fakta yang akurat mengenai Covid-19 sehingga membuat Anda terhindar dari stres berlebihan.

Leo mengingatkan untuk tetap berkomunikasi dan terhubung dengan orang lain.

Padahal, tidak sedikit orang di dunia, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan mental atau gangguan psikologis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam rilisnya menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 10 Oktober ini, mengungkapkan kesehatan mental masih banyak diabaikan.

Berikut ada lima saran psikologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa tertekan akibat pandemi Covid-19 saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Selain Fisik, Menerapkan Protokol Kesehatan Baik untuk Kesehatan Mental

Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO Sebut 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguan Mental

Kondisi saat ini memang tidak bisa diperkirakan kapan selesai, dikarenakan angka positif Covid-19 selalu naik, serta banyaknya berita dan informasi palsu tentang Covid-19 yang membuat Anda merasa semakin risau.

KOMPAS.com- Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sebab perayaan tersebut berada di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang telah mengubah seluruh kebiasaan hidup kita.

"Namun, tidak semua orang memiliki ketangguhan yang sama untuk mencapai tahap penerimaan. Seseorang yang biasanya mudah tertekan, akan merasakan dampak pandemi ini lebih berat," kata Leonardi kepada Kompas.com, Senin (13/5/2020).